- PENDAHULUAN
Allah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia yang
bertugas sebagai khalifah di bumi. Al Qur’an telah sempurna mengatur
setiap detil kehidupan manusia baik dengan sesamanya ataupun dengan
lingkungan sekitarnya. Begitu sempurnanya Allah menciptakan Al Qur’an
hingga tidak ada manusia bisa membuat satu ayat saja yang serupa dengn
alqur’an. Allah berfirman dalam Albaqara:23-24
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى
عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ
دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ
تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
Artinya: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlahsatu
surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu
selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak
dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya),
peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,
yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
Banyak keajaiban yang dapat kita temukan
dalam Al Qur’an. Selain hukumnya yang selalu relevan sepanjang zaman dan
untuk seluruh alam, problem atau isi Al Qur’an pun selalu sesuai dengan
realita, substansinya mencakup segala aspek kehidupan manusia seperti
hukum keluarga, politik, ekonomi bahkan science.
Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah Allah selalu konsisten dalam
menggunakan suatu kata dalam Al Qur’an. Meskipun ma’nanya sekilas hampir
sama seperti kata fahsya’, munkar, kadziba, dzalim dll. Namun
ketika diteliti lebih dalam dan digali lagi dari berbagai rujukan
sebagai perbandingan, ternyata tiap kata yang hampir sema’na itu
mempunyai kriteria berbeda yang Allah selalu konsisten ketika
menggunakannya dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an.
Oleh karena itulah penulis ingin mengangkat masalah perbedaan kata fahsya’ dan munkar dalam Al Qur’an. Serta mengkaji kedua kata itu dengan pendekatan induktif, yakni mengumpulkan ayat-ayat yang terdapat kata fahsya’ dan munkar sehingga dapat ditarik satu kesimpulan apa yang membedakan kata fahsya’ dan munkar ketika Allah swt menyebutkan keduanya dalam Al Qur’an.




.jpg)
