Tampilkan postingan dengan label KHAZANAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHAZANAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

BENARKAH KITA BISA MELAKUKAN CLONING MANUSIA ?

Ini adalah pertanyaan kedua yang sering juga diajukan pada saya berkenaan studi genetika...

Benarkah cloning manusia bisa dilakukan? Sebelumnya kita sepakati dulu sampai sejauhmana batasan dari yang dimaksud dengan cloning.

Memang besar kemungkinannya dan tinggal menunggu waktu saja, para ilmuwan genetika bisa menduplikasi seseorang melalui cloning, tapi itu hanya sebatas duplikasi fisik tubuh. Ada sebuah “garis batas” yang mustahil dilalui oleh cloning sampai kapanpun. Sekalipun tampilan fisik tubuhnya sama persis, tapi ruhnya tidaklah sama ! Karena cloning mustahil untuk menduplikasi ruh pengisinya.

Fisik tubuh seseorang bisa diduplikasi berkat ditemukannya kode DNA yang dengan pemetaan kode DNA tersebut, proses cloning bisa dilakukan.

Setelah pemetaan DNA lengkap dilakukan, maka peta DNA tersebut diaplikasikan pada sel bakal calon janin. Sel hasil rekayasa genetika tersebut selanjutnya ditanamkan pada “ibu tiri” (surrogate mother) yang meminjamkan rahimnya untuk tempat sementara agar ia bisa berkembang menjadi janin.

Janin kemudian akan berkembang membentuk organ-organ tubuh berdasarkan peta DNA yang telah direkayasa. Nah, jelaslah peta DNA tidak berperan dalam meniupkan ruh ke dalam tubuh tersebut, karena di dalam peta DNA tidak mengandung informasi tentang ruh melainkan hanya sebatas informasi tentang bentuk fisik tubuh.

Pertanyaannya, apakah ruh yang pertama akan beralih pindah ke janin yang di-cloning tersebut? Tentunya hal itu diserahkan pada yang Dzat Menciptakannya, yaitu Allah SWT dan inilah jawaban-Nya bisa disimak pada ayat berikut:

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti SATU JIWA SAJA. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS. Luqman 31:28]

Jumat, 03 Mei 2013

Hayreddin Barbarossa, Si Kapten Berjanggut Merah

Hayreddin Barbarossa Pasha, atau yang dalam Bahasa Turki bernama Barbaros Hayrettin Paşa, dikenal juga dengan Hizir Reis sebelum dipromosikan menjadi tingkatan Pasha dan menjadi Kapudan-ı Derya (Laksamana Armada Utsmaniyyah. Namanya dalam bahasa Barbar adalah Xireddin Barbarussa. Ia adalah seorang pemilik dan pemimpin kapal perang pribadi sekaligus laksamana Utsmaniyah yang mendominasi Mediterania selama beberapa dekade. Dia lahir di Pulau Midili (bagian dari Yunani dan bernama Lesbos) dan meninggal dunia di Istanbul.

Nama aslinya adalah Yakupoğlu Hızır atau Hızır anak dari Yakup. Hayreddin (dalam bahasa Arab Khairuddin, yang mana memiliki arti “kebaikan dalam agama Islam) adalah nama yang diberikan oleh Sultan Sulaiman yang Agung. Dia kemudian dikenal dengan Barbarossa di Eropa, nama yang diwarisinya dari kakaknya Baba Oruç (Ayah Aruj) setelah Oruç terbunuh pada pertempuran dengan Spanyol di Aljazair. Secara tidak sengaja nama ini terdengar seperti “Barbarossa” (Janggut Merah) di telinga Orang Eropa, dan memang beliau memiliki janggut berwarna merah.

Latar Belakang

Hizir adalah satu dari empat bersaudara yang lahir pada 1470an di Pulau Lesbos dengan ayah seorang Muslim bernama Yakup Ağa dan ibunya yang berkebangsaan Yunani, Katerina. Menurut arsip Utsmaniyah Yakup Ağa adalah seorang Tımarli Sipahi; semisal ksatria kaveleri kerajaan Turki, yang mana keluarganya asli dari Yenice dan kemudian pindah ke kota Vardar, tidak jauh dari Thessaloniki. Yakup Ağa adalah satu dari mereka yang ditunjuk oleh Sultan Muhammad Al Fatih untuk merebut Lesbos dari Genoa pada 1462, dan diberikan hadiah perkebunan di desa Bonova sebagai penghargaan karena ikut berperang dalam mencapai tujuan tersebut.

BANGSA PERTAMA KALI YANG KAFIR KEPADA NABI MUHAMMAD SALLALAHU ’ALAHI WA SALLAM.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah 41 Allah menerangkan, bahwa Bangsa Yahudi/Bani Israil adalah bangsa yang pertama kali kafir kepada Nabi Sallalahu ‘Alaihi wa Sallam. "Dan berimanlah kamu kepada apa yang Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali kafir kepada-Nya dan janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan hanya kepada Akulah hendaknya kamu bertaqwa! Dalam ayat ini Allah berbicara kepada Bangsa Yahudi, sebagai bangsa yang telah sering kedatangan Nabi.

Bangsa ini menerima kitab-kitab suci dari langit, tetapi merupakan bangsa yang paling benci kepada orang-orang mu'min. Bangsa Yahudi diajak untuk menjadi orang pertama untuk beriman kepada Nabi Muhammad supaya bangsa-bangsa lain bersedia mengikuti jejaknya. Kepada bangsa Yahudi Allah berfirman supaya mereka beriman kepada Al-Qur'an sebagai pelaksanaan memenuhi janji kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi janji kepada Allah dengan mengikuti perintah dengan beriman kepada Al-Qur'an dan Nabi Muhammad adalah suatu tindakan lebih penting, dari lainnya.

Sebab langkah semacam ini merupakan dasar yang pokok dan tujuan utama.Al-Qur'an diturunkan untuk membenarkan keteranganketerangan yang tersebut dalam Taurat dan Kitab-kitab para Nabi sebelumnya. Perintah-perintah yeng tersebut di dalamnya yakni berupa ajakan bertauhid, meninggalkan perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan dengan terang-terangan maupun dengan tersembunyi, menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan kemungkaran dan sebagainya yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Ini sama dengan ajaran Musa dan para Nabi sebelumnya, karena semuanya itu tujuannya satu, yaitu menetapkan kebenaran dan memberi petunjuk kepada manusia serta melenyapkan kesesatan dalam aqidah.

ANGKATAN LAUT PERTAMA UMAT ISLAM

Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beristirahat siang di rumah Ummu Haram binti Malhan. Tiba-tiba beliau terjaga sambil tertawa.

Tak ayal lagi, sikap beliau ini mengejutkan Ummu Haram, sehingga beliau bertanya: Wahai Rasulullah,apa yang menyebabkan engkau tertawa?

Rasulullah menjawab:
" نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي عُرِضُوا عَلَيَّ غُزَاةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ، يَرْكَبُونَ ثَبَجَ هَذَا البَحْرِ مُلُوكًا عَلَى الأَسِرَّةِ،
Aku diperlihatkan sekelompok ummatku yang sedang berjuang di jalan Allah dengan menaiki ombak laut ( dengan perahu). Mereka begitu gagah perkasa bak para raja yang sedang duduk-duduk di atas singgasananya.

Mendengar penjelasan ini Ummu Haram tertarik dan segera berkata:
Ya Rasulullah, doakan aku agar Allah menjadikanku bagian dari pasukan tersebut.

Rasulullah mengabulkan permohonan Ummu Haram tersebut, dan selanjutnya beliau meneruskan istirahat siangnya.

Tidak selang berapa lama, kembali lagi beliau terjaga sambil tertawa.

Sikap beliau ini kembali menarik perhatian Ummu Haram, sehingga beliau bertanya: Wahai Rasulullah,apa yang menyebabkan engkau tertawa?

Misteri Haikal Sulaiman

Pada abad 17 SM orang-orang Bani Israel ditimpa kelaparan dan kekeringan sehingga mereka bersama dengan Ya’qub berhijrah dari Palestina ke Mesir menemui Yusuf as yang saat itu menjadi mentri di pemerintahan Fir’aun.

Pada abad 14 – 13 SM Allah swt mengutus Musa as kepada mereka dan sedikit dari mereka yang tidak mengimaninya dan di sinilah dimulai agama Yahudi sehingga menjadikan mereka bertentangan dengan Fir’aun dan kaumnya. Peretentangan itu mejadikan orang-orang Bani Israel keluar dari Mesir, sebagaimana firman Allah swt :

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوَءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلاء مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ ﴿٤٩﴾
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ ﴿٥٠﴾

Artinya : “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (QS. Al Baqoroh : 49 – 50)

Hijrah tersebut terjadi pada abad 1280 SM pada masa pemerintahan Ramses II. Setelah itu mereka (orang-orang Yahudi) berada dibawah pimpinan Yusa’ yang menggantikan Musa as dan menetap di Kan’an (Palestina)

Manusia Pertama di Udara


Lion Air kembali kehilangan satu pesawatnya ketika tercebur di laut 50 meter sebelum landasan di bandara Ngurah Rai Denpasar. Padahal ini pesawat terbaru, baru beroperasi sebulan! Pilotnya juga senior, sudah mengantongi lebih dari 10.000 jam terbang. Apakah pilotnya kelelahan karena tekanan manajemen? Sehebat apapun pilot dan pesawat, tetapi kalau dipaksa kejar setoran karena tuntutan pasar yang sangat tinggi – sementara kelangkaan pilot di Indonesia belum teratasi, maka bisa saja berakibat kecelakaan yang fatal. Tetapi bisa juga ada faktor kesalahan instrumentasi di darat atau gejolak cuaca lokal, misalnya tekanan angin tiba-tiba yang membuat pesawat gagal mencapai landas pacu (istilahnya “undershoot”).

Tetapi bicara dunia penerbangan, orang sering salah menjawab bila ditanya siapa manusia pertama yang mengudara. Mayoritas menjawab Oliver & Wilber Wright dari Amerika Serikat yang terbang pada tahun 1900. Padahal mereka hanya menyempurnakan bentuk sayap dan menambahkan mesin pada bangun pesawat yang sudah lama dikenal. Leonardo da Vinci (1452-1519) dari Italia dan Otto Lilienthal (1848-1896) dari Jerman telah mendahuluinya.

Tetapi ternyata jauh sebelumnya semua sudah didahului oleh seorang Muslim, Abbas ibn Firnas (810-887) dari Andalusia. Sejarawan Phillip K. Hitti menulis dalam History of the Arabs, “Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying.”

Sebagaimana banyak ilmuwan Muslim di zamannya, Ibnu Firnas adalah seorang polymath, yaitu menekuni berbagai ilmu sekaligus: kimia, fisika, kedokteran, astronomi, dan dia juga sastra. Dia menemukan berbagai teknologi seperti jam air (jam yang dikendalikan oleh aliran air yang stabil), gelas tak berwarna, lensa baca, alat pemotong batu kristal hingga peralatan simulasi cuaca yang konon juga mampu menghasilkan petir buatan, meski masih teka-teki bagaimana Ibnu Firnas menghasilkan listriknya. Namun di antara semua penemuannya, yang paling spektakuler dan dianggap salah satu tonggak sejarah adalah alat terbang buatannya.

Kapal Nabi Nuh Diduga Berasal dari Nusantara


SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Minggu, 21 April 2013

DUA AIR YANG TIDAK MENYATU

Foto: DUA AIR YANG TIDAK MENYATU

Pertemuan dua lautan disebut-sebut dalam beberapa ayat al-Quran. Di antaranya dalam kisah nabi Musa as  [QS. al-Kahfi 18:60] dan mungkin yang paling banyak menarik perhatian kalangan ilmuwan adalah salah satu firman Allah SWT berikut ini:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” [QS. Ar-Rahmaan 55:19-20]

Dalam ayat tersebut disebutkan adanya “Barzakh” atau pembatas sedangkan pada an-Naml 27:61 disebutkan adanya “Haajiz” atau pemisah.

Pada umumnya banyak yang menafsirkan dua lautan yang dimaksud adalah pertemuan antara Laut Merah dan Laut Mediterania dengan titik pemisahnya ada di Terusan Suez, atau pertemuan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik dengan titik pemisahnya ada di Terusan Panama. 

PERTAMA, seandainya tanpa Terusan Suez pun, kedua laut yaitu Laut Merah dan Mediterania akan bisa bertemu dengan “mengelilingi” benua Afrika. Begitu pun tanpa terusan Panama pun sebenarnya sudah bisa bertemu dengan “mengelilingi” benua Amerika Utara atau Amerika Selatan.

KEDUA, ayat tersebut sudah turun jauh sebelum dibangunnya terusan Suez dan Panama, dengan kata lain kalau memang dikaitkan dengan terusan Suez dan Panama, maka kedua terusan tersebut haruslah sudah dibangun pada ayat tersebut diturunkan.

KETIGA, dalam bertemunya dua laut tersebut, tidak terjadi saling melampaui satu sama lain. Jadi, sekalipun keduanya bertemu melalui terusan, tetapi keduanya seharusnya tidak bisa saling berbaur. Ini tidak ditemukan dalam pertemuan Laut Merah dan Mediterania maupun Samudra Pasifik dan Atlantik.

Jadi, kriteria terusan Suez dan Panama kurang pas diasosiasikan dengan ayat ini. Oleh karena itu kita perlu mencari bukti lain yang sesuai dengan kriteria “Barzakh” atau “Haajiz” yang disebutkan dalam ayat tersebut.

Sebenarnya ada ayat lain yang dapat kita jadikan sebagai sebuah petunjuk untuk memecahkan teka-teki ini, yaitu dengan mengaitkannya dengan ayat yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” [QS. al-Furqaan 25:53]

Jadi, dua lautan yang dimaksud adalah yang berair tawar dan berair asin, tak lain dan tak bukan adalah pertemuan sungai yang besar dengan lautan.

Selanjutnya kita perlu mencari menterjemahkan kata “Barzakh” atau “Haajiz” yang disebut-sebut dalam kedua ayat tersebut.

Dalam kitab Mukhtar al-Shahhah karya Abu Bakr ar-Razi, kata “Barzakh” dapat bermakna sebagai sebuah dinding pembatas antara dua benda, dapat pula bermakna sebagai alam perantara antara alam dunia dan alam akhirat yang kita kenal sebagai alam kubur.

Adalah hal yang alamiah kita temui bila hampir kebanyakan semua sungai-sungai besar akan bermuara atau berakhir di tepi pantai. Namun biasanya pula kita tidak menemukan adanya batas yang berbentuk fisik yang menghalangi keduanya. Jadi apa yang menjadi batas dari keduanya?

Ternyata jawabannya ada pada unsur garam, secara kasat mata nyaris tak terlihat, namun unsur mikro itulah yang menjadi batas antara kedua air tersebut yang dengannya tidak bisa saling berbaur.

Bila kita telaah lebih dalam lagi, kedua air tersebut punya kadar garam (salinitas) yang berbeda. Salinitas air tawar kurang dari 0,05% sedangkan air laut lebih dari 3%.

Perbedaan kadar garam inilah yang menyebabkan kedua air ini sekalipun bertemu tetapi tidak bisa saling berbaur satu sama lain.

Bila keduanya di satukan dalam satu tempat, maka tentunya air yang berkadar garam rendah akan berada di posisi paling atas diikuti air yang berkadar garam lebih tinggi berada di bawahnya.

Kesimpulannya, “Barzakh” atau “Haajiz” yang dimaksud dalam ayat Quran tersebut mungkin yang paling mendekatinya adalah KADAR GARAM yang terkandung di dalam kedua air tersebut. Wallahu’alam bish showab.

Baca selengkapnya: http://dokterhanny.org/?p=1174

Foto berikut adalah salah satu contoh pemandangan pertemuan air tawar dan air laut di Milford Sound, pulau selatan Selandia Baru. Photo courtesy by judyskiwiadventure.blogspot.com/2008/09/spring-break.htmlPertemuan dua lautan disebut-sebut dalam beberapa ayat al-Quran. Di antaranya dalam kisah nabi Musa as [QS. al-Kahfi 18:60] dan mungkin yang paling banyak menarik perhatian kalangan ilmuwan adalah salah satu firman Allah SWT berikut ini:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” [QS. Ar-Rahmaan 55:19-20]

Dalam ayat tersebut disebutkan adanya “Barzakh” atau pembatas sedangkan pada an-Naml 27:61 disebutkan adanya “Haajiz” atau pemisah.

Pada umumnya banyak yang menafsirkan dua lautan yang dimaksud adalah pertemuan antara Laut Merah dan Laut Mediterania dengan titik pemisahnya ada di Terusan Suez, atau pertemuan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik dengan titik pemisahnya ada di Terusan Panama.

PERTAMA, seandainya tanpa Terusan Suez pun, kedua laut yaitu Laut Merah dan Mediterania akan bisa bertemu dengan “mengelilingi” benua Afrika. Begitu pun tanpa terusan Panama pun sebenarnya sudah bisa bertemu dengan “mengelilingi” benua Amerika Utara atau Amerika Selatan.

KEDUA, ayat tersebut sudah turun jauh sebelum dibangunnya terusan Suez dan Panama, dengan kata lain kalau memang dikaitkan dengan terusan Suez dan Panama, maka kedua terusan tersebut haruslah sudah dibangun pada ayat tersebut diturunkan.

KETIGA, dalam bertemunya dua laut tersebut, tidak terjadi saling melampaui satu sama lain. Jadi, sekalipun keduanya bertemu melalui terusan, tetapi keduanya seharusnya tidak bisa saling berbaur. Ini tidak ditemukan dalam pertemuan Laut Merah dan Mediterania maupun Samudra Pasifik dan Atlantik.

STANDAR TERLEMAH DALAM QUR'AN ADALAH YANG TERKUAT BAGI MANUSIA

Foto: STANDAR TERLEMAH DALAM QUR'AN ADALAH YANG TERKUAT BAGI MANUSIA

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” [QS. 29. al-Ankabuut 29:41]

Ayat tersebut dengan terang menyebutkan bahwa standar terlemah kekuatan konstruksi adalah jaring laba-laba. Tapi standar terlemah dalam firman Allah SWT ternyata bagi kita adalah standar ultra tinggi.

Tahukah anda seperti apa “Standar Terlemah” yang difirmankan Allah?

Bila diameter jaring laba-laba diperbesar dalam skala manusia, dengan dimensi yang sama ia punya kekuatan 5 kali kuat dari tali baja namun dengan berat yang lebih super sangat ringan. Saking ringannya cukup dengan merajut 320-500 gram jaring laba-laba bisa mengitari bumi.

Seperti sebuah Paradoks, 5 kali lebih kuat dari baja tapi jaring laba-laba sangat elastis, kekuatan elastisitasnya bisa meregang 500-600% dari ukuran normalnya. Dengan daya elastisitas super tersebut bila diperbesar dalam skala manusia maka jaring laba-laba ini bisa menangkap sebuah pesawat berpenumpang yang sedang terbang cepat.

Bila dengan berat yang sama dengan serat Kevlar, serat jaring laba-laba 3 kali lebih banyak menyerap energi dari kemampuan serat Kevlar, yang berarti 10 kali lebih kuat dari serat Kevlar KM2 yang diproduksi DuPont untuk rompi anti peluru.

Ternyata untuk “Standar Terlemah” versi Allah pun kita manusia belum mampu mencapainya.

Literatur dan foto selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=1468“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” [QS. 29. al-Ankabuut 29:41]

Ayat tersebut dengan terang menyebutkan bahwa standar terlemah kekuatan konstruksi adalah jaring laba-laba. Tapi standar terlemah dalam firman Allah SWT ternyata bagi kita adalah standar ultra tinggi.

Tahukah anda seperti apa “Standar Terlemah” yang difirmankan Allah?

Bila diameter jaring laba-laba diperbesar dalam skala manusia, dengan dimensi yang sama ia punya kekuatan 5 kali kuat dari tali baja namun dengan berat yang lebih super sangat ringan. Saking ringannya cukup dengan merajut 320-500 gram jaring laba-laba bisa mengitari bumi.

Seperti sebuah Paradoks, 5 kali lebih kuat dari baja tapi jaring laba-laba sangat elastis, kekuatan elastisitasnya bisa meregang 500-600% dari ukuran normalnya. Dengan daya elastisitas super tersebut bila diperbesar dalam skala manusia maka jaring laba-laba ini bisa menangkap sebuah pesawat berpenumpang yang sedang terbang cepat.

Bila dengan berat yang sama dengan serat Kevlar, serat jaring laba-laba 3 kali lebih banyak menyerap energi dari kemampuan serat Kevlar, yang berarti 10 kali lebih kuat dari serat Kevlar KM2 yang diproduksi DuPont untuk rompi anti peluru.

Ternyata untuk “Standar Terlemah” versi Allah pun kita manusia belum mampu mencapainya.

Literatur dan foto selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=1468

Sabtu, 13 April 2013

REZEKI TERPENDAM DI GURUN GERSANG

REZEKI TERPENDAM DI GURUN GERSANG

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [QS. al-Mulk 67:15]

Ketika kita mempertanyakan adakah sumber rezeki di kawasan gurun gersang sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT, maka kita harus melihatnya di bawah telapak kaki kita, tempat di mana rezeki “emas hitam” dan air tersimpan. Rub' al Khali (Empty Quarter) di selatan Arab Saudi adalah kawasan gurun pasir terbesar di dunia dan di situ pula terletak dua ladang “emas hitam” al-Shayba dan al-Ghawar, dua kilang minyak terbesar Arab Saudi.

Tak hanya “emas hitam”, kawasan gurun pun banyak menyimpan cadangan air terpendam (Aquifer/Akifer) dikenal sebagai Fossil Water atau Paleowater. Sebenarnya al-Qur’an sudah lama memperkenalkan sistem aquifer. Ini bisa dilihat dalam kisah Nabi Ayyub as (QS. Shaad 38:42) dan Nabi Musa as (QS. al-Baqarah 2:60) dengan 12 mata airnya.

Sumur ZamZam hanyalah sebagian kecil dari cadangan air di semenanjung Arab. Cadangan air terpendam yang sangat besar terdeteksi di wilayah gurun utara Arab Saudi yang dikenal sebagai “Saq Aquifer” atau “Disi Aquifer” dalam istilah Yordania.

Untuk gurun Sahara, para ilmuwan telah mendeteksi cadangan air terpendam super besar “Nubian Sandstone Aquifer”. Luasnya saja mencapai lebih dari dua juta kilometer persegi yang melingkupi empat negara sekaligus, Libya, Mesir, Chad, dan Sudan. Jumlah cadangan air yang tersedia diperkirakan 150.000 kilometer kubik. 

Saking besarnya cadangan air tersebut hingga Libya menggelar sistem irigasi terbesar di dunia, “Great Man-made River Project”, membentang dengan jaringan pipa sepanjang 2.820 km, menyambungkan 1.300 sumur yang dalamnya rata-rata 500 meter, dan mensuplai 6,5 juta meter kubik air segar setiap harinya.

Bahkan laporan riset satelit 19 April 2012 di jurnal Environmental Research Letters menyebutkan benua terkering di dunia yaitu Afrika ternyata menyimpan cadangan air terpendam yang lebih besar lagi, hampir 100 kali lebih banyak dari yang ada di permukaan benua tersebut.

Demikianlah bukti-bukti konkret bagaimana Allah SWT sudah menyiapkan rezeki di seantero bumi ini untuk kita manfaatkan, yang dengan rezeki itu bahkan di gurun gersang pun ternyata punya peluang untuk direklamasi menjadi ladang pertanian yang menghasilkan rezeki. Untuk melihat lebih lanjut cadangan air di seluruh dunia bisa dilihat dari hasil riset pemetaan British Geological Survey di http://iopscience.iop.org/1748-9326/7/2/024009/article

Wallahu’alam bishowab

Literatur dan foto selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=1458
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [QS. al-Mulk 67:15]

Ketika kita mempertanyakan adakah sumber rezeki di kawasan gurun gersang sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT, maka kita harus melihatnya di bawah telapak kaki kita, tempat di mana rezeki “emas hitam” dan air tersimpan. Rub' al Khali (Empty Quarter) di selatan Arab Saudi adalah kawasan gurun pasir terbesar di dunia dan di situ pula terletak dua ladang “emas hitam” al-Shayba dan al-Ghawar, dua kilang minyak terbesar Arab Saudi.

Tak hanya “emas hitam”, kawasan gurun pun banyak menyimpan cadangan air terpendam (Aquifer/Akifer) dikenal sebagai Fossil Water atau Paleowater. Sebenarnya al-Qur’an sudah lama memperkenalkan sistem aquifer. Ini bisa dilihat dalam kisah Nabi Ayyub as (QS. Shaad 38:42) dan Nabi Musa as (QS. al-Baqarah 2:60) dengan 12 mata airnya.

Sumur ZamZam hanyalah sebagian kecil dari cadangan air di semenanjung Arab. Cadangan air terpendam yang sangat besar terdeteksi di wilayah gurun utara Arab Saudi yang dikenal sebagai “Saq Aquifer” atau “Disi Aquifer” dalam istilah Yordania.

Jumat, 12 April 2013

WASPADAI ANGIN BULAN APRIL

Foto: WASPADAI ANGIN BULAN APRIL

Menarik untuk disimak pada “List of tornadoes causing 100 or more deaths” di Wikipedia disebutkan dari 42 kasus rekor bencana yang disebabkan angin hampir 80% terjadi di bulan April.

Adz Dzaariyaat yang berarti angin yang menerbangkan, diambil dari kata Adz Dzaariyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ke 51 dalam al-Qur’an. Apa yang menjadikannya begitu istimewa hingga diabadikan sebagai nama surat dan bahkan Allah SWT bersumpah dengannya: 

“Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.” [QS. adz-Dzaariyaat 51:1]

Seberapa kuat angin yang dimaksud? Al-Qur’an sebenarnya sudah menggambarkannya yang mungkin paling dahsyat dalam sejarah manusia. Sebelumnya, sebagai perbandingan kita lihat catatan bencana tornado yang terjadi di dunia.

Pada 18 Maret 1925 hanya dalam 3 jam saja satu tornado berskala F5, yang merupakan skala tertinggi, bergerak menempuh 352 km menghancurkan tiga negara bagian di AS, dan menewaskan 659 orang . Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Tri-State Tornado.

Rekor korban tewas tornado terbanyak terjadi 26 April 1989 di Bangladesh yang menewaskan 1300 orang. Untuk rekor jumlah tornado terbanyak pernah terjadi 358 tornado dalam 3 hari berturut-turut pada 25-28 April 2011 yang menghancurkan sedikitnya 6 negara bagian di AS.

Bagaimana dengan yang tersebut dalam al-Qur’an? Daya hancur angin sebagaimana difirmankan Allah SWT bisa disimak dalam surat adz-Dzaariyaat ayat 41-42:

“Dan juga pada (kisah) ‘Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.” [QS. adz-Dzaariyaat 51:41-42]

Dan tentang periode terjadinya bisa disimak pada surat al-Haaqqah ayat 6-7:

“Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” [QS. al-Haaqqah 69:6-7]

Bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya kekuatan angin yang hingga membuat tubuh manusia dan apapun yang dilaluinya menjadi serbuk. Bahkan skala tornado tertinggi EF5 (T10+) pun tidak mencapai daya hancur seperti yang diberitakan al-Qur’an.

Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni kita semuanya dan memberi kekuatan kepada kita untuk kembali ke jalan-Nya agar kita tidak menjadi manusia yang dimurkai Allah Azza wa Jalla...

Sumber: Wikipedia
Menarik untuk disimak pada “List of tornadoes causing 100 or more deaths” di Wikipedia disebutkan dari 42 kasus rekor bencana yang disebabkan angin hampir 80% terjadi di bulan April.

Adz Dzaariyaat yang berarti angin yang menerbangkan, diambil dari kata Adz Dzaariyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ke 51 dalam al-Qur’an. Apa yang menjadikannya begitu istimewa hingga diabadikan sebagai nama surat dan bahkan Allah SWT bersumpah dengannya:

“Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.” [QS. adz-Dzaariyaat 51:1]

Seberapa kuat angin yang dimaksud? Al-Qur’an sebenarnya sudah menggambarkannya yang mungkin paling dahsyat dalam sejarah manusia. Sebelumnya, sebagai perbandingan kita lihat catatan bencana tornado yang terjadi di dunia.

Pada 18 Maret 1925 hanya dalam 3 jam saja satu tornado berskala F5, yang merupakan skala tertinggi, bergerak menempuh 352 km menghancurkan tiga negara bagian di AS, dan menewaskan 659 orang . Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Tri-State Tornado.

Rekor korban tewas tornado terbanyak terjadi 26 April 1989 di Bangladesh yang menewaskan 1300 orang. Untuk rekor jumlah tornado terbanyak pernah terjadi 358 tornado dalam 3 hari berturut-turut pada 25-28 April 2011 yang menghancurkan sedikitnya 6 negara bagian di AS.

Bagaimana dengan yang tersebut dalam al-Qur’an? Daya hancur angin sebagaimana difirmankan Allah SWT bisa disimak dalam surat adz-Dzaariyaat ayat 41-42:

BADAI HABOOB DAN PERANG KHANDAQ

Foto: BADAI HABOOB DAN PERANG KHANDAQ

Ada dua hal yang menarik dari sisi sains dalam perang Khandaq ini yaitu kebersamaan waktu antara terjadinya peperangan Khandaq ini dengan migrasi belalang gurun dari Afrika yang melintasi semenanjung Arab menuju Asia yang menjadi panganan berprotein tinggi bagi pasukan muslimin selama dalam pengepungan, selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=515

Yang kedua adalah kebersamaan waktu antara perang Khandaq dengan kemunculan badai gurun Haboob yang bergerak dari selatan gurun Sahara di Sudan menuju semenanjung Arab.

Sebagaimana diketahui pertempuran Khandaq dimulai pada 31 Maret 627 Masehi (Syawal 5 Hijriah) terjadi selama 27 hari dengan akhir kekalahan telak di pihak musuh yang diporakporandakan dengan angin topan yang dahsyat.

Sumber WeatherOnline menyebutkan, Haboob adalah badai pasir yang muncul di selatan Sahara Sudan lalu bergerak melintasi semenanjung Arab menuju Irak dan Iran. Aktivitas terkuatnya biasanya terjadi pada April dan Mei. Mungkin di Indonesia pada bulan-bulan ini dikenal sebagai musim pancaroba.

Dalam al-Qur'an disebutkan firman Allah SWT tentang peperangan Khandaq ini:

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” [QS. al-Ahzab 33:9]

Maka dapat dimungkinkan angin topan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah badai pasir Haboob dari Sudan mengingat sebagian besar perang Khandaq terjadi di bulan April yang bersamaan waktunya dengan munculnya badai pasir Haboob yang saat itu klimaks di bulan April.

Inilah yang mungkin menjelaskan perang Khandaq disebut juga perang uji kesabaran, di mana seakan-akan Allah SWT telah mengatur waktu kemenangan kaum muslimin dengan kedatangan badai pasir Haboob.

Wallahu’alam bishowab

Literatur dan foto selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=1440
Ada dua hal yang menarik dari sisi sains dalam perang Khandaq ini yaitu kebersamaan waktu antara terjadinya peperangan Khandaq ini dengan migrasi belalang gurun dari Afrika yang melintasi semenanjung Arab menuju Asia yang menjadi panganan berprotein tinggi bagi pasukan muslimin selama dalam pengepungan, Yang kedua adalah kebersamaan waktu antara perang Khandaq dengan kemunculan badai gurun Haboob yang bergerak dari selatan gurun Sahara di Sudan menuju semenanjung Arab.

Sebagaimana diketahui pertempuran Khandaq dimulai pada 31 Maret 627 Masehi (Syawal 5 Hijriah) terjadi selama 27 hari dengan akhir kekalahan telak di pihak musuh yang diporakporandakan dengan angin topan yang dahsyat.

Sumber WeatherOnline menyebutkan, Haboob adalah badai pasir yang muncul di selatan Sahara Sudan lalu bergerak melintasi semenanjung Arab menuju Irak dan Iran. Aktivitas terkuatnya biasanya terjadi pada April dan Mei. Mungkin di Indonesia pada bulan-bulan ini dikenal sebagai musim pancaroba.

MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN GURUN ?

MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN GURUN ?

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” [QS. az-Zumar 39:62]

Sungguh menakjubkan maha karya arsitektural Allah SWT dalam memelihara bumi ini. Salah satunya bagaimana Allah SWT memelihara kehidupan hutan-hutan di bumi dengan menghantarkan debu-debu dari gurun pasir.

Tahukah anda betapa besarnya fungsi sebuah gurun bagi hutan di muka bumi? Dengan perantaraan angin, gurun mensuplai nutrisi mineral dan biokimia penting yang diperlukan untuk kehidupan dan kinerja hutan dalam menjaga perubahan iklim bumi, mencegah banjir, suplai air dan makanan. 

Di selatan Sahara tepatnya di Chad terdapat sebuah tempat yang bernama Bodele. Dari sinilah asalnya 50-70% sumber utama debu mineral yang beredar di atmosfer bumi. Secara periodik pasir-pasir lembut super mikro di Bodele yang banyak mengandung mineral kemudian diterbangkan angin. NASA mencatat, pergerakan “Bodele Depression” ini ternyata mensuplai nutrisi hingga menjangkau hutan Amazon, hutan di Eropa, dan pesisir timur AS. 

Luas daerah Bodele hanya 0,5% dari luas hutan Amazon, namun 50% sumber nutrisi untuk hutan Amazon disuplai dari  40 juta ton debu Bodele.

Itulah mengapa hampir di semua benua selalu ditemui kawasan gurun, tiada lain untuk mensuplai nutrisi mineral bagi kawasan hutan di sekitarnya bahkan mencapai lintas benua. Tanpa suplai dari nutrisi dari gurun, hutan sulit untuk bertahan hidup.

Gurun Gobi dan Taklamakan di Mongolia dengan “Asian Dust”-nya mensuplai nutrisi mineral kawasan hutan Asia Tengah dan Timur hingga Jepang dan Korea. Begitu pula dengan gurun Great Victoria Australia, gurun Atacama Chili, Gurun Great Basin AS. Masing-masing dari mereka berperan untuk mensuplai nutrisi mineral di kawasan hutan terdekatnya. 

Literatur dan foto selengkapnya di http://dokterhanny.org/?p=1447“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” [QS. az-Zumar 39:62]

Sungguh menakjubkan maha karya arsitektural Allah SWT dalam memelihara bumi ini. Salah satunya bagaimana Allah SWT memelihara kehidupan hutan-hutan di bumi dengan menghantarkan debu-debu dari gurun pasir.


Tahukah anda betapa besarnya fungsi sebuah gurun bagi hutan di muka bumi? Dengan perantaraan angin, gurun mensuplai nutrisi mineral dan biokimia penting yang diperlukan untuk kehidupan dan kinerja hutan dalam menjaga perubahan iklim bumi, mencegah banjir, suplai air dan makanan.

Di selatan Sahara tepatnya di Chad terdapat sebuah tempat yang bernama Bodele. Dari sinilah asalnya 50-70% sumber utama debu mineral yang beredar di atmosfer bumi. Secara periodik pasir-pasir lembut super mikro di Bodele yang banyak mengandung mineral kemudian diterbangkan angin. NASA mencatat, pergerakan “Bodele Depression” ini ternyata mensuplai nutrisi hingga menjangkau hutan Amazon, hutan di Eropa, dan pesisir timur AS.

Luas daerah Bodele hanya 0,5% dari luas hutan Amazon, namun 50% sumber nutrisi untuk hutan Amazon disuplai dari 40 juta ton debu Bodele.

Senin, 01 April 2013

MENDAKI EVEREST DENGAN MULUT

Menurut anda siapakah pendaki paling hebat dunia ini? Apakah para primata? Ya benar mereka ahli mendaki dengan telapaknya, namun tidak bila dibandingkan dengan Ibex, kambing gunung, cukup dengan kukunya saja mereka bisa melalap terbing terjal di ketinggian hingga 4.000 meter di atas permukaan laut seperti Ibex di pegunungan Alpin Swiss dan Kaukasia.

Tapi kuku Ibex pun ternyata masih tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Goby yang mendaki dengan mulut. Umumnya Goby adalah hidup di laut tapi kawin dan bertelur di air tawar.

Di Hawaii ada dua spesies ikan Goby yang punya kehandalan tinggi dalam keahlian mendaki, satu di antaranya Sicyopterus stimpsoni yang tercatat mampu mendaki air terjun dengan ketinggian 100 meter. Itu mirip dengan seseorang yang lari maraton 42 kilometer secara vertikal dengan melawan arus air terjun.

Sedangkan sepupunya, Lentipes concolor, adalah pemegang rekor. Panjangnya hanya sekitar 7 cm, namun tercatat pada musim kawin ia akan mendaki dengan mulutnya air terjun Hi‘ilawe di Waipio Valley, Hawaii yang punya ketinggian 300 meter.
Ketinggian itu mungkin bagi kita masih terasa kecil. Tapi bila dirasiokan dengan ukuran rata-rata panjang tubuh manusia, barulah kita tahu bahwa jarak tersebut sama dengan kita mendaki puncak Everest, hanya saja ikan Lentipes concolor ini mendakinya dengan mulut.
 
SUBHANALLAH

Minggu, 31 Maret 2013

KABAH DAN GALAKSI

Menarik untuk disimak hasil pencitraan satelit Rusia (https://www.youtube.com/watch?v=6twFHqJ03_k), disitu sekilas tampak Mekah ataupun Kabah "nyaris" berada dalam pertengahan lintasan orbit bumi terhadap matahari.

Ya mungkin bisa jadi hal itu dikarenakan pencitraan satelit Rusia dilakukan pada 14-20 Mei, sedangkan menurut sumber wikipedia setiap tahunnya Matahari bisa berada pada posisi tepat di atas Kabah pada tanggal 28 Mei jam 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli jam 16:27 WIB.

Menurut Dick Teresi dalam "Lost Discoveries: The Ancient Roots of Modern Science" (2003) dan Clive L. N. Ruggles dalam "Ancient astronomy: an encyclopedia of cosmologies and myth" (2005) menyebutkan:

- Dinding Selatan Kabah tepat berada dalam jalur lintasan terbit bintang Canopus
- Dinding Barat Kabah tepat berada dalam jalur lintasan bulan
- Dinding Utara Kabah tepat berada dalam jalur terbit matahari di musim panas (summer solstice)
- Dinding Timur Kabah tepat berada dalam jalur terbit matahari di musim dingin (winter solstice)

Sedangkan menurut Arent Jan Wensinck dalam "Enzyklopaedie des Islam" (1938) menyebutkan bahwa masing-masing keempat sudut Kabah tepat mengarah keempat titik kardinal kompas.

Wallahu'alam bishowab